
STIFIn adalah konsep tentang pada fungsi dominan otak yang berperan sebagai sistem operasi dalam otak manusia, meliputi Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinct. STIFIn juga merupakan metode untuk mengidentifikasi jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang melalui Tes STIFIn.
Konsep STIFIn dikembangkan oleh Farid Poniman sejak tahun 1999. Penelitian dan kajian terhadap konsep ini telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun. Penggunaannya mulai diterapkan ketika Farid Poniman, bersama Indrawan Nugroho dan Jamil Azzaini, mendirikan lembaga pelatihan bernama KUBIK Leadership (www.kubik.co.id). Lembaga ini menggunakan pendekatan pemetaan jenis kecerdasan peserta di setiap program pelatihannya.
Konsep STIFIn terus disempurnakan hingga mencapai kekuatan optimal ketika formula 5 MK (Mesin Kecerdasan) dan 9 PG (Personaliti Genetik) dipatenkan.
Yayasan STIFIn beruntung karena memiliki konsep STIFIn dan Tes STIFIn sebagai alat yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada Juni 2009. Hingga 3 Maret 2020, Tes STIFIn telah digunakan oleh 533.808 orang, dengan umpan balik yang menyatakan bahwa alat ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian independen dari Malaysia yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammed Zin Nurdin (ahli psikometrik), bersama Dr. Suhaimi Mohamad dan Dr. Wan Sulaiman (keduanya ahli personaliti), yang menunjukkan validitas dan reliabilitas Tes STIFIn yang tinggi.
Kelebihan lain dari Konsep STIFIn adalah aplikasinya yang luas di berbagai bidang dan disiplin ilmu. Ini menjadi nilai tambah bagi Yayasan STIFIn, karena memiliki alat tes yang sederhana, akurat, dan praktis.
Sebagai bentuk penerapannya, Konsep STIFIn juga digunakan dalam metode menghafal Al-Quran yang diterapkan oleh Rumah Quran STIFIn (RQS), dengan lebih dari 20 angkatan menggunakan Metode Tahfidz STIFIn. Dengan metode ini, para santri dapat menghafal 30 juz Al-Quran, dengan hafalan mutqin 15 juz dalam waktu hanya 7 bulan.